Banyak orang yang ingin memasang CCTV di rumah, toko, atau kantor sering kali bertanya-tanya: “Apakah CCTV bayar bulanan?” Pertanyaan ini wajar banget, terutama bagi yang baru pertama kali ingin menggunakan sistem keamanan berbasis kamera pengawas. Ada anggapan bahwa setiap bulan harus membayar seperti langganan internet atau aplikasi berbayar padahal sebenarnya tidak selalu demikian.
Faktanya, CCTV tidak memerlukan biaya bulanan untuk bisa berfungsi. Namun, ada beberapa faktor yang bisa membuat pengguna mengeluarkan biaya rutin, tergantung dari jenis CCTV dan fitur tambahan yang digunakan. Yuk, kita bahas satu per satu biar kamu nggak salah paham!
Jenis-Jenis CCTV: Analog dan Wireless
Daftar Isi
Sebelum membahas biaya bulanan, penting untuk memahami dua jenis utama CCTV yang umum digunakan: CCTV Analog dan CCTV Wireless (IP Camera).
CCTV Analog
Jenis ini merupakan sistem konvensional yang menggunakan kabel coaxial untuk menghubungkan kamera ke DVR (Digital Video Recorder). Semua rekaman disimpan di hard disk DVR, tanpa membutuhkan koneksi internet. Sistem ini tidak membutuhkan biaya bulanan karena seluruh penyimpanan bersifat lokal. Kamu hanya perlu menyediakan listrik agar kamera dan DVR tetap menyala.
Keunggulannya, CCTV analog cenderung lebih stabil dan tidak tergantung pada sinyal WiFi. Namun, kekurangannya, kamu tidak bisa memantau gambar secara langsung dari ponsel kecuali sistemnya dihubungkan ke jaringan internet secara langsung.
CCTV Wireless/ IP Camera
Berbeda dengan analog, kamera IP bekerja menggunakan koneksi WiFi dan dapat diakses lewat aplikasi seperti V380 Pro, EZVIZ App, atau IMOU Life. Beberapa model memiliki fitur penyimpanan cloud serta opsi perekaman lokal menggunakan SD card. Untuk penggunaan standar, kamu tidak perlu membayar bulanan. Namun, jika memilih menyimpan rekaman ke cloud storage (penyimpanan daring), maka akan ada biaya langganan yang harus dibayar setiap bulan atau setiap tahun.
Apakah CCTV Bayar Bulanan?
Pertanyaan tentang apakah CCTV perlu bayar bulanan?. Jawabannya: tentu tidak. Kamera CCTV pada dasarnya tidak memerlukan biaya bulanan untuk bisa berfungsi sebagai mana mestinya. Setelah kamu membeli perangkat (kamera, DVR/NVR, kabel, dan penyimpanan), sistem bisa berjalan secara mandiri.
Satu-satunya biaya bulanan yang mungkin timbul adalah biaya listrik. Setiap kamera CCTV membutuhkan daya agar tetap aktif selama 24 jam. Rata-rata konsumsi listrik CCTV berkisar antara 5–15 watt per kamera. Sementara DVR atau NVR biasanya membutuhkan daya tambahan sekitar 20–40 watt tergantung kapasitas dan jumlah port kamera.
Jika dikonversi ke penggunaan bulanan, satu kamera CCTV dengan daya 10 watt yang menyala nonstop selama 30 hari hanya menghabiskan sekitar 7,2 kWh per bulan. Dengan tarif listrik rumah tangga (sekitar Rp1.400–Rp1.600 per kWh), maka biaya listrik per kamera hanya sekitar Rp10.000–Rp12.000 per bulan, sangat hemat, bukan?
Selain listrik, biaya tambahan hanya muncul jika kamu memilih layanan penyimpanan cloud. Berapa Biaya Langganan Cloud CCTV?. Layanan cloud storage bersifat opsional. Fungsi utamanya adalah menyimpan video rekaman ke server internet agar tidak hilang meski kamera rusak atau SD card penuh.
Beberapa contoh estimasi biaya cloud storage:
- EZVIZ CloudPlay: mulai dari Rp25.000 – Rp60.000 per bulan per kamera (tergantung kapasitas dan durasi penyimpanan).
- IMOU Cloud: sekitar Rp20.000 – Rp50.000 per bulan.
- Hikvision Cloud Storage: tersedia paket tahunan mulai Rp200.000 – Rp400.000.
- V380 Pro Cloud Storage tersedia melalui layanan berlangganan dengan berbagai paket, seperti paket bulanan seharga Rp75.000 untuk penyimpanan 7 hari atau Rp 450.000 untuk penyimpanan 30 hari.
Namun, jika kamu tidak ingin berlangganan, kamu tetap bisa menyimpan video di SD card lokal secara gratis. Pilih SD card dengan kualitas tinggi agar tidak cepat rusak.
Tips Menghemat Biaya Listrik Bulanan untuk CCTV
Agar sistem keamanan tetap efisien dan tidak membebani tagihan listrik, berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan:
- Gunakan Kamera dengan Daya Rendah (Low Power Consumption)
- Pilih kamera IP yang sudah dilengkapi fitur hemat energi atau bekerja pada tegangan kecil, seperti 5V–12V.
- Gunakan Mode Hemat Daya (Sleep Mode atau Schedule Recording)
- Beberapa kamera mendukung mode perekaman berdasarkan jadwal atau deteksi gerakan (motion detection). Dengan begitu, kamera tidak merekam nonstop, sehingga hemat daya dan penyimpanan.
- Gunakan power supply yang sesuai spesifikasi. Biasakan selalu gunakan adaptor berkualitas agar arus listrik stabil. Daya yang tidak stabil justru bisa menyebabkan kerusakan dan konsumsi listrik lebih besar.
Jadi, kesimpulannya, apakah CCTV bayar bulanan? Jawabannya, tidak harus!. CCTV tidak membutuhkan biaya langganan kecuali kamu memilih penyimpanan cloud atau paket layanan tambahan. Pengeluaran utamanya hanya pada listrik yang tergolong sangat kecil per bulannya. Semoga informasi di atas menginspirasi!




